1.
SEJARAH WEBSITE
Website yang kita kenal sekarang
ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European
Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim”
mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran
informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada
tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/
Situs WWW dinyatakan sebagai situs
yang bisa digunakan oleh setiap orang alias gratis pada 30 April 1993. Sebuah
website ditulis dengan menggunakan format HTML(Hyper Text Markup Language).
HTML merupakan suatu kode tag yang menginstruksikan suatu browser untuk
menghasilkan sesuai dengan keinginan pembuatnya.
Pada Bulan Maret 1989,
Berners-Lee, seorang lulusan Oxford University yang berkebangsaan Inggris,
mengajukan proposal tentang suatu system berbasis hypertext yang memungkinkan
para peneliti fisika bisa berbagi informasi secara efesien dan efektif.
Proposal yang diberi judul “Hypertext and CERN”. CERN adalah nama tempat
Berners-Lee bekerja pada saat itu. Yaitu kependekan dari Conseil European pour
la Recherce Nucleaire, yang merupakan sebuah laboratorium riset bidang Fisika
di Jenewa, Swiss.
Pada Akhirnya tahun 1990, sebuah
bentuk rancangan web berhasil dijalankan di sebuah mesin computer NeXT. Saat
itu, web sudah mengandung line-mode user interface yang disebut sebagai www.
Yang merupakan cikal bakal kelahiran WWW (World Wide Web).
Pada bulan September 1994, ‘Tim”
mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) yang merupakan organisasi
internasional utama yang mengurus tentang standar dari website yang ada
sekarang.
Perkembangan website berdasarkan
teknologi dan cara penggunaannya menurut pada praktisi informatika adalah
sebagai berikut:
1. Web 1.0
Web 1.0 merupakan teknologi awal dari
website, dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan pengguna hanya sebagai
pembaca (seperti membaca koran lewat computer, aktifitasnya hanya searching
saja). Bahasa yang digunakan pada web ini masih berupa HTML saja.
2. Web 2.0
Web 2.0 muncul sekitar tahun 2003 atau
2004, dimana para pengguna website-pun dapat berkomunikasi 2 arah dan memiliki
berbagai kelebihan lainnya.
Kelebihan dari web ini adalah sebagai
berikut (menurut O’Reilly media):
·
The
Web as Platform (Pengerjaan
suatu aplikasi/tulisan dapat langsung dikerjakan di media internet tanpa harus
mengerjakannya terlebih dahulu di windows desktop)
·
Harnessing
Collective Intelligence (Web
2.0 memiliki kinerja untuk memanfaatkan tulisan orang lain untuk mengisi konten
web secara kolektif (tidak hanya webmaster yang mengisi konten sendiri),
contohnya seperti youtube)
·
Data
is the Next Intel Inside (merupakan suatu garansi kepercayaan
dari para pemberi data kepada pemilik website bahwa pada era web 2.0 data
sangatlah penting dan harus di update setiap waktu)
·
End
of the Software Release Cycle (pada web 2.0 aplikasi software dapat langsung
digunakan lewat internet/internet menjadi platform menjalankan program)
·
Lightweight
Programming Models (pembuatan
web 2.0 menggunakan bahasa yang ringan dan mendukung pengembagan program)
3. Web 3.0
Web ini diperkirakan akan berkembang
pada tahun 2010-2020 dan saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Menurut
PC magazine karakteristik dari web 3.0 adalah :
·
Semantic
Web (web dengan kemampuan membaca situs
semudah manusia membacanya sehingga informasi dapat disajikan dengan cepat dan
tepat)
·
The
3D Web (web dengan kemampuan visual 3D dan interaksi
secara realtime)
·
The
Media-Centric Web (Photo, audio, dan video akan
menjadi cara lain untuk mencari informasi yang kita inginkan selain keyword)
·
The
Pervasive Web (Web yang mudah diakses dengan
berbagai cara dan alat berbeda kapan saja dan dimana saja)
2.
SEJARAH MEDIA CETAK
Pada awalnya,
komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan
penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes
Gutenberg.
Di Indonesia,
perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa
pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat
perjuangan. Di era-era inilah Bintang
Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.
Pada masa pendudukan
Jepang mengambil
alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima
media yang mendapat izin terbit:Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.
Kemerdekaan
Indonesia membawa berkah bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio
Republik Indonesia sebagai media
komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi
Republik Indonesia muncul dengan
teknologi layar hitam putih.
Masa
kekuasaan presiden Soeharto, banyak
terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian
Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol
ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI). Hal
inilah yang kemudian memunculkan Aliansi
Jurnalis Independen yang
mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa
aktivisnya dimasukkan ke penjara.
Titik
kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan
PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.
Kegiatan
kewartawanan diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang
dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan
oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.
3.
PERANAN PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI
Peran
profesi teknologi informasi dalam era globalisasi sekarang ini dalam kehidupan
sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat
sehingga kebuutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak.
Menurut George
R Terry dalam Gustina Putri Perdana (2009) peran teknologi informasi
bagi sebuah perusahaan dapat dikategori dalam 5 peranan mendasar teknologi
informasi di sebuah perusahaan yaitu:
1. Fungsi
Operasional
Fungsi
ini akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping dan diambil alih
fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di
seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi
akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana
teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2. Fungsi
Monitoring and Control
Mengandung
arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di
dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait
dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer
relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan
para manajer di perusahaan terkait.
3. Fungsi
Planning and Decision
Mengangkat
teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena
keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan
dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan
perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan
penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih
menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan
dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.
4. Fungsi
Communication
Secara
prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen
dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media
individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan
berinteraksi.
5. Fungsi
Interorganisational
Merupakan
sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang
memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan
sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis
teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau
Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan
penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan
tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan
pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait
dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran
bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan
berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan
struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system
informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.
Peranan
teknologi informasi dalam suatu perusahaan besar, sedang maupun kecil, baik itu
swasta, BUMN maupun pemerintahan, semuanya membutuhkan sistem teknologi
informasi yang dapat mengintegrasikan informasi sehingga dapat mendukung
infrastruktur perusahaannya. Bank Ekonomi, Group Kalbe, FFI, dan Coty Inc.
adalah beberapa perusahaan besar yang telah menerapkan aplikasi teknologi
informasi secara luas, hal ini dilakukan karena aplikasi yang terdahulu tidak
dapat lagi menunjang system yang sedang berjalan. Meskipun ada
hambatan-hambatan yang dihadapi saat implementasi ataupun dana yang terbilang
sangat besar untuk implementasi teknologi informasi hal tersebut tidak
menghalangi perusahaan untuk tetap berjalan karena apa yang telah dikeluarkan
seimbang dengan apa yang didapatkan, dalam hal ini proses impelemntasi sesuai
dengan apa yang diharapkan.